P4M, Dari Garasi Menjadi Lembaga Pendidikan Ternama
Minggu, 15 Mei 2011 | 22:07
Menurut
Koordinator Laboratorium Komputer P4M Syukron, seiring waktu,
perkembangan sedemikian pesat. Dari jumlah di murid yang hanya 40
berkembang menjadi 170. Bahkan, P4M kini sudah meluluskan 1.000 alumnus.
"Yang diajarkan dalam setahun disesuaikan dengan dunia kerja, di mana
di sini ada tiga jurusan, yaitu sekretaris, komputer dan administrasi
perkantoran," ujar Syukron, kepada Info Publik di Mataram, Sabtu (14/5).
Ketiga
jurusan mempunyai kelebihan masing-masing, di samping semua tetap
dibekali dengan komputer. “Jadi, di posisi manapun dia selalu fleksibel,
akuntansi dia dapat, perpajakan juga dia dapat, kemudian ada lab
perkantoran dan juga ada tambahan Bahasa Inggris, jadi disesuaikan
dengan dunia kerja,” jelasnya.
P4M
merupakan pendidikan setahun, dengan rincian belajar 10 bulan dan 2
bulan magang (PKL). Dalam PKL sudah bekerjasama dengan
perusahaan-perusahaan yang ada di Pulau Lombok.
Sementara
itu, Kabag Administrasi dan Keuangan P4M Yeni Susanti mengatakan, bagi
mereka yang sudah lulus dan belum bekerja, ada ikatan alumni. Bila dari
ikatan alumni membutuhkan tenaga, tinggal menghubungi mereka yang belum
bekerja. ”Kadang-kadang juga perusahaan mencari tenaga kerja yang sudah
alumni tapi belum bekerja,” katanya.
Mengenai
biaya masuk P4M, pada awalnya tahun 2000 sebesar Rp850ribu/tahun. Dari
tahun ke tahun ada kenaikan, hingga untuk 2011 ini biayanya sudah
Rp2.985.000. Biaya ini sudah termasuk diktat, buku panduan, seragam, study tour, dan beauty class.
Para
peminat yang masuk ke P4M berasal dari berbagai lulusan, SMA, Paket C,
Aliyah dan SMK, bahkan ada yang berpendidikan S2 hanya untuk mendalami
bidang komputer. Sedangkan dari dinas di NTB hampir semua mengambil
pendidikan di sini. “Karena banyaknya peminat yang ingin masuk ke P4M,
kita harus menyaringnya jadi banyak juga yang tidak tertampung di sini.
Tahun 2011 yang mendaftar sekitar 200-an tapi yang kita terima hanya
170-an,” jelas Yeni.
Pemerintah,
tambah Yeni, sudah cukup mendukung kepada lembaga pendidikan nonformal.
Diharapkan, ke depannya bisa lebih memberikan perhatian, semisal adanya
honor untuk tenaga pengajar lembaga pendidikan nonformal dari
pemerintah.(dry)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar