Minggu, 30 September 2012

Apa Itu P4M????

P4M, Dari Garasi Menjadi Lembaga Pendidikan Ternama

Oleh Astra Desita
Minggu, 15 Mei 2011 | 22:07

Mataram, Info Publik Pusat Pelatihan Pengembangan Profesi Mataram (P4M), yang berdiri sejak 28 Maret 2000, awalnya hanya memiliki 4 komputer di garasi mobil yang dijadikan ruang kelas. Meski begitu, P4M berhasil menjadi pusat pelatihan pertama yang mendapat akreditasi di Kota Mataram, NTB.
Menurut Koordinator Laboratorium Komputer P4M Syukron, seiring waktu, perkembangan sedemikian pesat. Dari jumlah  di murid yang hanya 40 berkembang menjadi 170. Bahkan, P4M kini sudah meluluskan 1.000 alumnus. "Yang diajarkan dalam setahun disesuaikan dengan dunia kerja, di mana di sini ada tiga jurusan, yaitu sekretaris, komputer dan administrasi perkantoran," ujar Syukron, kepada Info Publik di Mataram, Sabtu (14/5).
Ketiga jurusan mempunyai kelebihan masing-masing, di samping semua tetap dibekali dengan komputer. “Jadi, di posisi manapun dia selalu fleksibel, akuntansi dia dapat, perpajakan juga dia dapat, kemudian ada lab perkantoran dan juga ada tambahan Bahasa Inggris, jadi disesuaikan dengan dunia kerja,” jelasnya.
P4M merupakan pendidikan setahun, dengan rincian belajar 10 bulan dan 2 bulan magang (PKL). Dalam PKL sudah bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Pulau Lombok.
Sementara itu, Kabag Administrasi dan Keuangan P4M Yeni Susanti mengatakan, bagi mereka yang sudah lulus dan belum bekerja, ada ikatan alumni. Bila dari ikatan alumni membutuhkan tenaga, tinggal menghubungi mereka yang belum bekerja. ”Kadang-kadang juga perusahaan mencari tenaga kerja yang sudah alumni tapi belum bekerja,” katanya.
Mengenai biaya masuk P4M, pada awalnya tahun 2000 sebesar Rp850ribu/tahun. Dari tahun ke tahun ada kenaikan, hingga untuk 2011 ini biayanya sudah Rp2.985.000. Biaya ini sudah termasuk diktat, buku panduan, seragam, study tour, dan beauty class.
Para peminat yang masuk ke P4M berasal dari berbagai lulusan, SMA, Paket C, Aliyah dan SMK, bahkan ada yang berpendidikan S2 hanya untuk mendalami bidang komputer. Sedangkan dari dinas di NTB hampir semua mengambil pendidikan di sini. “Karena banyaknya peminat yang ingin masuk ke P4M, kita harus menyaringnya jadi banyak juga yang tidak tertampung di sini. Tahun 2011 yang mendaftar sekitar 200-an tapi yang kita terima hanya 170-an,” jelas Yeni.
Pemerintah, tambah Yeni, sudah cukup mendukung kepada lembaga pendidikan nonformal. Diharapkan, ke depannya bisa lebih memberikan perhatian, semisal adanya honor untuk tenaga pengajar lembaga pendidikan nonformal dari pemerintah.(dry)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar